Category Archives: pitutur

KECEMPLUNG LUWENG

ARYA GANDAMANA adalah putra Gandabayu dengan permaisuri Trilaksmi, reinkarnasi pendeta muda Resi Jarwada pernah menyerang kahyangan. Putra Mahkota Pancala ini menyerahkan Mahkotanya kepada Drupada suami Gandawati adiknya. Gandamana murid Pandu memilih sebagai patih Hastina. Kisah ini tidak ada dalam wiracarita Mahabharata. Continue reading KECEMPLUNG LUWENG

Advertisements

TAN SAMAR ING PANINGAL

DEWI DRESANALA, putri Bathara BRAMA bathari cantik yang dihadiahkan pada Hardjuna atas keberhasilannya mengalahkan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa negara Manikmantaka yang ingin memperistri DEWI SUPRABA karena dendam. Dikisahkan Prabu Niwatakawaca buta sebelah matanya (mata satu), akibat ditusuk keris Dewi Supraba saat mengintip 7 (tujuh) bidadari penari Kahyangan yang sedang mandi. Perkawinan Hardjuna berbuah Dewi Dersanala  mengandung 7 (tujuh) bulan. Continue reading TAN SAMAR ING PANINGAL

KAPANDITAN RESI KUMBAYANA

RESI KUMBAYANA lebih dikenal dengan sebutan DAHYANG DORNA (Sanskerta: द्रोण, Droṇa) atau Dronacharya (Sanskerta: द्रोणाचार्य). Bambang Kumbayana masih saudara sepupu dengan Bambang Sucitra dari negeri Atasangin. Mengalami cacat tubuh karena disiksa patih Gandamana demikian juga Sengkuni. Resi Dorna digambarkan sebagai orang yang bermata kriyipan, hidung mungkal gerang, batu asahan yang telah aus. Mulut gusen (bergusi). Dagu mengerut, akan tanda bahwa dagu seorang tua, berjanggut. Bertarbus. Rambut bersanggul. Berkain bentuk rapekan pendeta. Tangan hanya dapat digerakkan yang belakang, tangan yang lain memegang tasbih. Bercelana cindai dan bersepatu.  Dorna gambaran, Candra seseorang yang menguasai tehnik tipu daya, dusta, menyesatkan. Continue reading KAPANDITAN RESI KUMBAYANA