BENER SEJATINE BENER

RAMAPARASU putra ke lima Prabu Jamadagni, Dewi Renuka. Brahmacari, karena sangat menggemari olah kejiwaan. Ia juga menekuni kesaktian dan olah keprajuritan hingga sangat sakti. Ramaparasu berperawakan birawa, mempunyai pusaka busur beserta anak panahnya Bargawasta yang besar. Semakin tua Ramaparasu ingin mati, berharap pada Prabu Harjuna Sasrabahu, titisan Wisnu untuk bertanding dan mati. Dikalahkan Ramawijaya, putra Prabu Dasarata dengan Dewi Kusalya mohon disempurnakan. Dianjurkan kembali ke pertapaan sebagai brahmana. Ramaparasu mempunyai tiga orang murid, Bisma, Drona dan Karna. Continue reading BENER SEJATINE BENER

Advertisements

TITISING GRAHITA

ABIYASA, KRESNA DWIPAYANA putra Setyowati, Durgandini, Lara Amis dengan Begawan Palasara saat menyeberang Kali Yamuna. Berpisah ketika terjadi lomba perebutan permaisuri dimenangkan Sentanu menggendong Dewabrata, sebelum kedatangan Palasara menggendong Abiyasa. Bathara Narada memisahnya dengan janji kemulian mendatang bagi yang mengalah. Palasara memilih janji itu dan mengasuh Abiyasa di pertapaan. https://nakulasahadewa.wordpress.com/2015/09/12/kriwikan-dadi-grojokan/#more-724 Continue reading TITISING GRAHITA

RASA MANUNGGAL

KRESNA, titisan WISNU dipercaya sebagai pengejawantahan Tuhan di dunia. “Pangeran iku bisa mawujud, nanging wewujudan iki dudu Pangeran”. Waskita, tahu hal-hal sebelum terjadi dan Wicaksana, bijaksana memberi solusi kepada Pandhawa bersama Draupadi yang juga disebut Kresna. Dalam pewayangan tokoh-tokoh Maha Baratha adalah gambaran tubuh manusia seutuhnya. Pandhawa gambaran pancaindera Kresna selalu dan hanya mendampingi, mengawasi manusia melalui pancainderanya.

Continue reading RASA MANUNGGAL

SAMPURNANING HURIP

Kunti (Dewanagari: कुंती; IAST: Kuntī) atau Perta (Dewanagari: पृथा; IAST: Pṛthā), dalam wiracarita Mahabharata, Ia bersaudara dengan Basudewa. Sebelum menikah, ia memiliki anugerah dari Resi Durwasa saat mengunjungi Raja Kuntiboja. Resi Durwasa memberikan sebuah mantra Aji Gineng, yang nantinya akan menyelamatkan kelangsungan Dinasti Bharata.   Continue reading SAMPURNANING HURIP

CAHYA PININGIT

 

LESMANA MANDRAKUMARA putra Dewi Banowati dan Prabu Duryudana ahli waris Hastinapura. Duryudana bermimpi akan turunnya Wahyu Cakraningrat Pancering Ratu Tanah Jawa mendesak Lesmana melakukan olah tapa untuk menjemputnya. Atas bimbingan Dorna tercipta kedekatannya dengan Bathari Durga membuat Lesmana yang terbiasa hidup bermalas-malasan, penuh kemewahan menjadi percaya diri akan memperolehnya. Tergoda auman harimau takut diterkam, gagal tapanya. Continue reading CAHYA PININGIT

RATU SATRIA PINANDITA

BEGAWAN DORNA atau RESI DORNA masa muda bernama Kumbayana guru besar Kurawa dan Pandhawa. Menuju Astinapura dari negeri seberang, negeri Atas Angin Kumbayana naik Kuda Terbang, Kuda Sembrani Betina wujud kutukan Dewi Wilutama dengan janji (UNI) siapapun menyeberangkan, bila pria menjadi sahabat, bila wanita diperistri. Terjalin keakraban selama penyeberangan selayaknya sahabat lama menempuh perjalanan bulan madu yang jauh. Sesampainya di Astina keduanya turun, tiba saat Kuda Sembrani melahirkan Aswatama wujud manusia berkaki kuda dan Dewi Wilutama terbebas dari kutukan kembali wujud Bidadari penuh pesona. Continue reading RATU SATRIA PINANDITA

MARANG GAMBARANING

DEWI SAWITRI, DEWI SUKESI dan DEWI DRUPADI perempuan yang sarat dengan kemuliaan, dalam pewayangan ditampilkan berbeda dengan tokoh perempuan lain. Dewi Sinta, Dewi Anggraini dan Dewi Sembadra ditampilkan penuh kelembutan, cinta kasih dan kesetiaanya sebagai isteri. Bathari Durga, Dewi Kekayi, Dewi Anggendari dipenuhi dengan rasa dengki dan iri hati yang membara hampir tidak bisa dipadamkan dan banyak menimbulkan keonaran dalam masa hidupnya. Peran wanita dalam pakem pewayangan Continue reading MARANG GAMBARANING

Pencinta Pitutur Luhur, Aksara, Budaya lan Wayang JAWA